Muliaman Jadi Bos OJK, Ini Tanggapan Para Bankir

Muliaman Jadi Bos OJK, Ini Tanggapan Para Bankir

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2012 09:04 WIB
Muliaman Jadi Bos OJK, Ini Tanggapan Para Bankir
Foto: dok BI
Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad terpilih secara aklamasi oleh Komisi XI DPR sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para bankir menyambut baik terpilihnya Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini sebagai orang nomor satu OJK.

"Saya mensupport sekali karena pengalaman beliau di BI dan kepribadian beliau akan menjadi modal yang berharga bagi perkembangan perbankan dan industri keuangan di Indonesia," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmajda kepada detikFinance, Rabu (20/6/2012).

Komisaris PT Bank Mutiara Tbk, Eko B Supriyanto mengungkapkan terpilihnya Muliaman D Hadad sudah dapat diperkirakan.

"Karena beliau sosok yang pas karena sudah terbiasa dalam arena pengawasan bank yang menjadi pasar keuangan yang menjadi objek pengawasan OJK. Di samping itu, dia sosok yang bisa diterima oleh banyak pihak," tutur Eko.

Ia mengharapkan, dalam menghadapi krisis setidaknya OJK, BI, Kementerian Keuangan dan LPS bisa saling koordinasi.

"Jangan sampai kegagalan OJK Inggris terulang ketika krisis tahun 2008. Mudah-mudahan masa transisi di saat krisis sekarang ini dapat dilalui dengan baik. Tim OJK harus satu chemistry," tutur Eko.

Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) sendiri memberikan tanggapannya juga atas terpilihnya Muliaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ucapkan selamat atas terpilihnya pak Muliaman Hadad. Kita berharap hubungan OJK sebagai pengatur dan pengawas perbankan yang baru, dengan Perbanas sebagai asosiasi perbankan yang mewakili industri, akan semakin baik," kata Ketua Perbanas Sigit Pramono.

Seperti diketahui, Pembahasan pimpinan dan anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berlangsung tertutup. Muliaman Hadad terpilih sebagai Ketua OJK secara aklamasi oleh Komisi XI DPR.

Muliaman Darmansyah Hadad lahir di Bekasi pada 1960. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar PhD dalam bidang business and economic dari Monash University Melbourne Australia. Muliaman mengawali karirnya sebagai staf umum di Kantor BI Mataram pada 1986.

Pada tahun 2003 diangkat sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan dan sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan sejak tahun 2005. Saat ini ia juga aktif dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai Sekjen, dan dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

Muliaman D. Hadad diangkat pertama kali sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sesuai Keputusan Presiden RI No.69/P Tahun 2006, tanggal 22 Desember 2006. Muliaman juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan, Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan juga Financial Stability Board (FSB). Diluar kedinasannya, Muliaman juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Ia juga bisa dibilang 'ahli' dalam penelitian dan pengaturan perbankan, juga orang yang membesarkan Direktorat Penelitan dan Pengaturan Perbankan di Bank Indonesia.

Muliaman D Hadad dilantik kembali menjadi Deputi Gubernur BI oleh Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa. Pelantikan berlangsung di Gedung MA, Kamis, (29/12/2011).

Muliaman terpilih mengalahkan Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi dan merupakan hasil pilihan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat. Muliaman diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sesuai Keputusan Presiden RI No.75/P tanggal 21 Desember 2011 dan diambil sumpahnya (dilantik) pada tanggal 29 Desember 2011



(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads