"Sejak diluncurkan Februari 201, posisi Mei TabunganKu mencapai 2.554.600 rekening dengan nilai nominal Rp 2,7 triliun," kata Gubernur BI Darmin Nasution dalam sambutan pembukaan Pekan Kegiatan Financial Inclution, di JCC Jakarta, Rabu (27/6/2012).
Meski tergolong baik, peningkatan pembukaan rekening TabunganKu perlu ditingkatkan. Mengingat 32% penduduk Indonesia, berdasarkan survei tahun 2010 belum memiliki tabungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait aksi perluasan akses keuangan, Darmin mengaku masih memiliki tantangan. Praktik yang terjadi di lapangan, ketiadaan database penduduk, atau rekan kerja pengusaha kecil dan mikro, ketiadaan agunan yang memadai hingga faktor legalitas usaha, menjadi penghambat financial inclusion tersebut.
"Selain itu, ketersediaan produk dan aspek perluasan akses keuangan hingga di daerah terpencil juga memegang peranan penting dalam mendorong ekeftifitas program financial inclusion," tutur Darmin.
"Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa biaya untuk perluasan akses bagi masyarakat tersebut akan sangay tinggi dan menjadi tidak efisien bagi perbankan," tegasnya.
Oleh karenanya, perlu perluasan akses layanan perbankan melalui teknologi informasi maupun kerja sama mutual dengan industri lain (branchless banking).
"Dengan branchless banking, jangkauan akses lembaga keuangan jadi lebih merata namun tetap memperhatikan aspek prudential, perlindungan nasabah dan aspek lain yang telah menjadi ketentuan dan best prastice di industri perbankan dan industri terkait," ucap Darmin.
Demi menjawab tantangan tersebut, regulator perbankan ini siap mengembangkan database financial identity number dalam pengembangan skim kredit untuk pengusaha pemula di sektor unggulan seperti perikanan.
"Juga tak kalah penting percepatan program sertifikasi tanah yang bersifat masal dan berbiaya murah agar nantinya bisa diagunkan," imbuhnya.
(wep/dru)











































