JPMorgan melaporkan kerugian trading dari unit bisnisnya di London bisa mencapai US$ 9 miliar atau setara Rp 81 triliun. Sahamnya pun langsung anjlok 2,5% pada perdagangan Kamis waktu setempat.
Kerugian trading itu merupakan revisi dari gagal hegding yang sebelumnya diperkirakan hanya US$ 2 miliar (Rp 18 triliun) yang diumumkan JPMorgan pada 10 Mei lalu 10.
Saat itu, Chief Executive Officer Jamie Dimon mengatakan kerugian dalam trading itu sudah dimulai sejak April tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak diumkan bulan lalu, tingkat kerugian yang diderita bank raksasa asal AS itu terus bertambah. Sebelumnya diperkirakan kerugiannya maksimal mencapai US$ 7 miliar (Rp 63 triliun), namun prediksi itu ternyata meleset.
Tiga eksekutif senior JPMorgan Chase pun mengundurkan diri sehubungan dengan gagal hedging tersebut. Dimon menerima surat pengunduran diri seminggu setelah pengumuman itu.
Dimon sudah memberikan penjelasan kepada Senate Banking Committee Amerika Serikat sekaligus meminta maaf kepada masyarakat atas kerugian tersebut. (ang/dnl)











































