Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap membuka layanan kliring nasional hingga RTGS pada 11 Juli 2012 yang bertepatan dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta (Pilkada DKI Jakarta).
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasuiton telah menetapkan BI tetap akan beroperasi seperti biasa (tidak libur). Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan langkah bank sentral dalam mendukung kegiatan perekonomian nasional, sehingga kegiatan operasional sistem BI-RTGS dan Sistem Kliring serta kegiatan perkasan beroperasi normal sebagaimana ketentuan berlaku.
"Dengan tetap beroperasi secara normal, Bank Indonesia mengharapkan kebutuhan transaksi masyarakat melalui perbankan di wilayah DKI Jakarta dan diluar DKI Jakarta dapat dipenuhi dan kegiatan ekonomi dapat berjalan sebagaimana biasa. Bank Indonesia juga berharap kegiatan Pilkada DKI Jakarta dapat berjalan dengan aman dan lancar," kata Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dalam siaran persnya, Jumat (6/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beroperasinya Bank Indonesia pada saat pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, tidak terlepas dari posisi kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta sebagai 'hub' atau sentral bagi operasi Bank Indonesia β Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKN-BI) yang saat ini merupakan sarana utama dalam penyelesaian transaksi antar bank secara nasional.
Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia mengharapkan kepada pimpinan bank umum dan BPR di DKI Jakarta dapat melakukan pengaturan jadwal bagi pegawainya agar dapat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya dan secara bersamaan tetap memberikan pelayanan kepada nasabah.
(dru/hen)











































