"Proyeksi hampir sama dengan 2011 yang sebesar Rp 10,2 triliun. Kita mengantisipasi aturan kenaikan Down Payment (DP/Uang Muka) tapi pertumbuhan tetap ada," ungkap Julian di Kantor AAUI Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Hingga kwartal I tahun 2012 premi asuransi telah tembus angka Rp 3,13 triliun. "Mengalami peningkatan sebesar 35,2 persen dibanding kwartal I tahun 2011 yang mencatat perolehan Premi Bruto sebesar Rp 2,31 triliun," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kwartal III akan tetap tumbuh karena terjadi peralihan pembiayaan dari konvensional ke syariah tapi itu dibukukan asuransi pada porsi syariah terus lebaran juga otomatis datanya naik karena beli mobil baru," katanya.
Pada kwartal IV-2012, premi asuransi kendaraan khususnya roda 4 akan tetap tinggi karena pada kwartal 4 terdapat varian-varain baru kendaran roda 4 yang memicu peningkatan penjualan kendaraan.
"Kwartal IV juga akan tumbuh karena ada transaksi yang tertunda dari Kwartal 3 juga karena ada varian mobil baru. Karena ada Indonesia Motor Show. Karakter masyarakat Indonesia yang gak bisa liat mobil baru dan langsung beli," tutup Julian.
(hen/dru)
