Di depan para senator Selasa waktu setempat, Bagley mengatakan bahwa HSBC sedang mengubah fungsi pengawasannya. “Saya merekomendasikan ke grup kalau saat ini adalah waktu yang tepat bagi saya, dan bank untuk memilih kepala grup pengawasan yang baru,” kata Bagley, dikutip dari CNNMoney (18/7/2012).
Meskipun begitu, Beagley akan tetap kerja di HSBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya, Bagley merupakan eksekutif senior HSBC kedua yang kehilangan jabatannya terkait kasus ini. Sandy Flockhart yang memimpin unit HSBC Meksiko sejak akuisisi hingga 2006, pekan lalu mengumumkan bahwa dia akan pensiun akhir bulan ini. Tidak ada indikasi Flockhart yang bergelut dengan kanker ini melakukan kesalahan.
Laporan Senat AS berdasarkan investigasi bertahun-tahun yang masih berjalan sampai sekarang di bawah Departemen Keuangan dan Peradilan AS serta kejaksaan distrik Manhattan. Sebuah analisa memprediksikan denda HSBC bisa mencapai US$ 1 milyar untuk penyelesaian dengan tiga otoritas AS.
HSBC belum secara resmi dinyatakan bersalah terkait investigasi baru-baru ini. Namun, dalam 10 tahun terakhir HSBC sudah dua kali dipanggil regulator bank AS karena longgarnya kebijakan anti pencucian uang dan diminta untuk segera memperbaikinya.
Nama Bagley yang sudah memimpin departemen pengawasan HSBC sejak 2002 banyak disebutkan di sepanjang laporan Senat tentang penyimpangan dan pengacuhan peringatan.
Berdasarkan catatan Bagley sendiri, pada 2008 kepala anti pencucian uang HSBC unit Meksiko memberitahu Bagley bahwa ada dugaan 70% pencucian uang di Meksiko melalui HSBC. Pegawai itu memperingatkan Bagley bahwa hanya hitungan waktu sebelum HSBC menghadapi sanksi kriminal.
Pada 2010, kepala anti pencucian uang di afiliasi HSBC AS memberitahu Bagley bahwa dia kekurangan otoritas yang layak dan dibutuhkan untuk menjalani pekerjaannya.
Selasa, Bagley mendeskripsikan posisinya yang punya keterbatasan kuasa. Meski dia kepala grup pengawasan, dia tidak mengelola atau mengendalikan berbagai departemen pengawasan di afiliasi HSBC seluruh dunia. Malahan, pekerjaannya adalah menetapkan kebijakan dan mengangkat isu-isu yang dilaporkan padanya.
Penyelidik Senat AS menemukan bahwa HSBC menyediakan uang tunai US$ 1 milyar untuk bank Arab Saudi yang dicurigai terkait dengan terorisme, termasuk organisasi al-Qaeda. Padahal sudah ada kekhawatiran dan arahan internal mengenai semua yang terafiliasi dengan pemberi pinjaman Timur Tengah.
Penyelidik menduga, jaringan HSBC AS melanjutkan ikatan dengan bank Timur Tengah tersebut. Sementara itu, kepala bagian legal HSBC, Stuart Levey tidak bisa meyakinkan lembaga hukum bahwa beberapa afiliasi HSBC ternyata bertentangan dengan peraturan AS. “Saya tidak menguasai hal tersebut,” kata Levey menanggapi pertanyaan tentang kasus ini.
HSBC beberapa kali menerima kritikan karena di masa lampau menjanjikan reformasi hanya untuk menghindari dugaan aktivitas tak pantas dan terus saja melakukannya.
(ang/ang)











































