Ia mengaku sudah memprediksi besaran ketentuan pembatasan kepemilikan pada sebuah bank yang ditetapkan oleh BI.
"Apa yang sudah diumumkan tidak teralalu mengejutkan seperti apa yang sudah kami dengar sebelumnya," ungkap Henry di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan coba mempelajari dan melihat aturan yang sudah keluar dan melihat aturan ini kedepannya, dampaknya jelas lebih ke DBS. DBS bisa menyesuaikan dengan aturan BI yang berlaku," sambungnya.
Seperti diketahui, sebanyak 67,37 persen saham Danamon dimiliki Asia Financial Indonesia Pte Ltd dan 32,63 persen dimiliki publik. Pada 2 April 2012, Danamon memperoleh informasi dari Fullerton Financial Holdings yang merupakan pemegang saham Asia Financial Indonesia mengenai kesepakatan penjualan saham ke DBS Groups Holdings.
Danamon bakal terkena dampak dari peraturan bank sentral teranyar ini.
(/)











































