"Layanan ATM BRI sampai hari ini mencapai 10.800 unit, atau Juni sekitar 10.300 unit," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir di kantornya, Jumat (27/7/2012).
Ia menambahkan, penambahan ATM sebagai bukti pelayanan berbasis electronik banking (e-banking) perseroan kepada nasabah. Pendirian ATM-ATM baru bukan sekedar menyaingi Bank Mandiri atau Bank Central Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan makin gencarnya penambahan ATM, perseroan menargetkan 14.000 unit ATM telah terpasang hingga akhir 2012. Persebaran akan merata di setiap daerah.
"Untuk wilayah yang ada tiga kebun sawit misalkan, kita tempatkan satu ATM di sana," ungkapnya.
Sekedar membandingkan, jumlah ATM Bank Mandiri per Juni 2012 mencapai 10.093 unit, atau sudah tembus angka 10 ribu ATM. Direktur Utama BMRI, Zulkifli Zaini berani mengklaim, pihaknya memiliki jumlah ATM terbanyak di Indonesia.
Pada bagian lain, Sofyan menegaskan pihak terus memperkuat layanan Teras BRI. Layanan ini menjadi tulang punggung perseroan di masa mendatang.
"Teras BRI tahun 2011 mencapai 1.300 dari kini sudah berkembang menjadi 1.621. Ini menunjukkan betapa kami sangat serius dalam pengembangan layanan mikro. Kota melalui tabungan dan dana murahnya, dan desa, remote area menjadi penyaluran kredit kami," imbuhnya.
(wep/ang)











































