Menurutnya, HSBC mungkin harus membayar lebih dari US$ 2 miliar (Rp 19 triliun) untuk skandal dan kompensasi manipulasi penjualan di Inggris.
HSBC menyisihkan US$ 700 juta untuk membayar denda dan beban lainnya setelah laporan Senat AS bulan ini mengritik bank tersebut karena memperbolehkan klien memindahkan dana dari negara berbahaya dan rahasia, khususnya Meksiko. CEO Stuart Gulliver memberitahu media bahwa beban utamanya bisa lebih tinggi lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan Senat AS mengritik budaya bank HSBC karena 'polusinya' sudah mengurat akar. Mereka juga menyebut operasional HSBC Meksiko telah memindahkan dana US$ 7 miliar ke operasi AS-nya sepanjang 2007 β 2008. βPerusahaan jelas telah kehilangan arah dan amat tepat jika kami harus meminta maaf. Rekan-rekan seperusahaan sudah tahu inilah alasan mengapa kami harus berubah,β kata Gulliver.
HSBC yang terbentuk pada 1865 dan beroperasi di 84 negara ini mengatakan, struktur baru bentukan Gulliver yang tersentralisasi dan efisien telah menyederhanakan bank dan membuatnya lebih mudah untuk dimonitor dan menerapkan standar serta aturan.
Provisi dibebankan ke laba dasar semester pertama yang turun 3% dari setahun sebelumnya menjadi US$ 10,6 miliar, tidak termasuk gain dari penjualan aset dan kerugian nilai utangnya sendiri. HSBC telah menyisihkan US$ 1 miliar sebagai kompensasi untuk nasabah Inggris karena telah memanipulasi penjualan asuransi pinjaman.
HSBC juga sudah menyisihkan US$ 237 juta untuk meng-cover ganti rugi terhadap usaha kecil Inggris karena telah memanipulasi penjualan produk hedging bersuku bunga kompleks. HSBC merupakan salah satu dari belasan bank yang diduga terlibat skandal manipulasi suku bunga Libor. Hal ini makin memperburuk citra HSBC yang sudah mem-PHK 27.000 karyawannya sejak awal 2011.
(ang/ang)











































