BI memandang tingkat suku bunga tersebut masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5% Β± 1%.
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 13 September 2012 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Humas BI, Dody Budi Waluyo dalam siaran persnya, Kamis (13/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk mematok suku bunga acuan BI di 5,75% ini telah dilakukan sejak Februari 2012.
"Ke depan, Dewan Gubernur tetap berupaya mencapai keseimbangan eksternal secara gradual dengan tetap fokus pada pengendalian inflasi," terang Dody.
BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini, termasuk penguatan langkah-langkah mengendalikan permintaan domestik. Di sisi lain, respon kebijakan suku bunga BI Rate tetap diarahkan untuk mengendalikan tekanan inflasi dari sisi fundamental sesuai prakiraan makroekonomi. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah juga terus diperkuat dalam rangka mengurangi tekanan terhadap keseimbangan eksternal.
(dru/dnl)











































