Pada triwulan III-2012 kredit tumbuh 23,6% atau lebih lambat jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 25,7% (yoy).
"Dengan pertumbuhan tersebut, selama 2012 kredit telah ekspansif Rp 312 triliun. Sehingga total kredit perbankan mencapai Rp 2.511 triliun di triwulan III-2012 atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang mencapai Rp 2.453 triliun," papar BI seperti dikutip detikFinance dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2012, Minggu (14/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit modal kerja tumbuh sebesar 23,2% (yoy) sementara kredit konsumsi tumbuh relatif stabil sebesar 19,9% (yoy). Kredit investasi tumbuh cukup tinggi, sebesar 29,8% (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian nasional," jelas BI.
Sementara itu, BI juga mencatat stabilitas sistem keuangan dan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik. Kinerja industri perbankan yang solid tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum 8% dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah 5%.
(dru/nia)











































