Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo BNI menekankan pada para pembeli produk properti pertama karena kelompok konsumen ini cenderung rendah risiko kreditnya. Mereka juga menjadi prioritas karena kelompok masyarakat tersebut sangat membutuhkan tempat tinggal.
"Di Indonesia ada 240 juta penduduk. Banyak diantara mereka belum memiliki tempat tinggal, sehingga sektor properti masih akan terus berkembang. Kami fokus para pembeli rumah pertama karena risikonya jauh lebih kecil dibandingkan pembeli rumah yang bertujuan untuk investasi. Ini yang mendorong BNI bersedia menjadi pendukung tunggal pameran realestat REI selama 9 hari ke depan," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/10/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau transaksinya mencapai Rp 3,5 triliun, tahun depan ayo kita gelar lagi pameran realestat yang lebih besar. Namun, bila transaksi yang terjadi di bawah Rp 3,5 triliun, maka harus ada evaluasi, mengapa hal itu terjadi,β ungkap
BNI REI Expo 2012 merupakan pameran realestat yang tidak biasa karena digelar serentak di 20 kota di Indonesia mulai 20-28 Oktober 2012. Karena baru dilakukan pertama kali dalam sejarah, maka Musium Rekor Indonesia (MURI) mengkategorikan BNI-REI Expo 2012 sebagai perhelatan yang luar biasa dan layak mendapatkan piagam MURI.
Selain itu, BNI tidak hanya berkomitmen memberikan dukungan berupa program kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga rendah dan persetujuan cepat, melainkan juga dukungan pada pembangunan konstruksi. Khusus dukungan pada pengembangan konstruksi ini, BNI mensyaratkan ada rekomendasi REI atas anggotanya yang membutuhkan fasilitas kredit konstruksi tersebut.
"Kami juga memberikan perlakukan khusus, bagi pengembang yang mengantongi rekomendasi REI akan mendapatkan persetujuan instan, tidak sampai satu hari karena menggunakan fasilitas elektronik kami," tutur Gatot.
(wep/hen)











































