Direktur Utama Bukopin Glen Genardi mengatakan, pertumbuhan DPK ini didorong oleh peningkatan yang tinggi dari tabungan yang mencapai 23,88% menjadi Rp 11,52 triliun dari periode sebelumnya Rp 9,30 triliun.
Kenaikan yang juga tinggi terjadi di produk giro yang mencapai 16,07% menjadi Rp 8,34 triliun dari sebelumnya Rp 7,19 triliun. Sementara dana deposito berjangka naik 13,04% menjadi Rp 30,54 triliun dari sebelumnya Rp 27,01 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, naiknya nilai tabungan dan giro juga disebabkan oleh kerjasama strategis yang dilakukan bank yang fokus pada pengembangan bisnis UKM itu dengan beberapa pihak, seperti PT Taspen, Jamsostek, PLN, Pertamina dan Bulog.
Sampai dengan September 2012, Bukopin membukukan pertumbuhan laba bersih 34,81% atau mencapai Rp 617,2 miliar pada triwulan III-2012 dibandingkan periode yang sama tahun 2011 Rp 457,9 miliar.
Pertumbuhan laba bersih ini disumbangkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 15,5% menjadi Rp 1,8 triliun dari Rp 1,6 triliun di sembilan bulan pertama tahun lalu. Selain itu ada peningkatan fee based income sebesar 14,07% menjadi Rp 482,5 miliar dari sebelumnya Rp 423 miliar.
(ang/dru)











































