Citigroup berencana untuk 'merumahkan' 11.000 karyawannya di seluruh dunia dengan alasan efisiensi. Nantinya yang paling banyak pensiun adalah karyawan yang duduk di sektor konsumer.
Langkah tersebut akan mengurangi jumlah karyawan hingga 4% dan mampu menghemat biaya sekitar US$ 1 miliar.
Dikutip dari BBC, Kamis (6/12/2012), pengumuman pemecatan 11.000 karyawan ini keluar setelah dua bulan yang lalu CEO Citigroup, Vikram Pandit tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya. Adalah Michael Corbat yang menggantikan Vikram Pandit sebagai CEO.
Citigroup merilis, biaya US$ 1 miliar tersebut nantinya akan diakumulasikan pada kuartal IV-2012. Citi juga mengatakan pihaknya siap menambah target U$ 100 juta sebagai laba di semester I-2013 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Citigroup merinci sebanyak 6.200 posisi di divisi konsumer secara global akan dikurangi. Sedangkan sisanya hingga berjumlah 11.000 nantinya dari berbagai posisi lain.
Bahkan, Citigroup bakal menjual ataupun memperkecil bisnis operasi konsumernya di Pakistan, Paraguay, Rumania, Turki dan Uruguay. Negara lain yang terkena dampak pemecatan ini diantaranya Brasil, Hong Kong, Hungaria, Korea Selatan, dan AS.
Citi telah lebih dulu menutup cabangnya di Yunani dan Spanyol akibat krisis di kedua negara tersebut. Citi akan memfokuskan sektor konsumernya di 150 kita di berbagai negara lain yang potensinya besar. (dru/dnl)











































