Komite Ekonomi Nasional Tak Setuju Rp 1.000 Jadi Rp 1

Komite Ekonomi Nasional Tak Setuju Rp 1.000 Jadi Rp 1

- detikFinance
Senin, 10 Des 2012 11:51 WIB
Komite Ekonomi Nasional Tak Setuju Rp 1.000 Jadi Rp 1
Jakarta - Komite Ekonomi Nasional (KEN) tidak pernah merekomendasikan pemberlakukan redemoninasi rupiah atau penyederhanaan angka nol dalam rupiah. KEN tidak setuju usulan ini diberlakukan, karena tidak akan berdampak signifikan.

"Selama ini KEN tidak pernah merekomendasikan redenominasi rupiah. Menyebutnya saja susah, apalagi kalau diberlakukan," kata Ketua KEN Chairul Tanjung saat bertemu para pemimpin redaksi di Menara Bank Mega, Jl Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012) malam.

Chairul yang didampingi para anggota KEN berdiskusi dengan para pemred terkait prediksi ekonomi 2013. Hadir dalam diskusi para anggota KEN, seperti Aviliani, Raden Pardede, Didik J Rachbini, Sandiaga Uno, Peter Sondakh, James T Riyadi, Hermanto Siregar, Ninasapti Triaswati, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ishadi SK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chairul lantas meminta Raden Pardede, yang mengetahui persis mengenai hal ini, untuk menjelaskan lebih detil. Menurut Raden, redenominasi selama ini memang diberlakukan oleh beberapa negara.

"Tapi, negara-negara yang melakukan itu biasanya mengalami inflasi lebih dari dua digit. Bahkan ada negara yang melakukannya karena inflasi naik terus berlipat-lipat," kata Raden seraya menyebut beberapa negara, antara lain Brazil.

Di Indonesia, inflasi masih berada satu digit dan tidak mengalami gejolak. Jadi, kata dia, redenominasi rupiah ini tidak tepat bila dilakukan sekarang. Raden yakin tidak akan ada dampak yang signifikan atas pemberlakuan ini.

Pengertian redenominasi sendiri adalah mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1 untuk menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih kecil. Dengan penyederhanaan itu maka hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan proses ini tidak merubah daya beli masyarakat.

Terlepas mengenai pandangan negatif KEN, banyak juga pengamat yang menilai redenominasi rupiah merupakan hal yang baik. Langkah pemerintah yang diinisiasikan oleh Bank Indonesia untuk mengangkat 'derajat' rupiah merupakan hal yang membanggakan.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda setuju redenominasi rupiah?

(asy/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads