Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (10/12/2012).
"Redenominasi ini dapat efisienkan ekonomi kita," tegas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Redenominasi perlu sosialisasi, jangan nanti masyarakat tidak menganggap sanering. Makanya perlu sosialisasi yang cukup," jelasnya.
Sosialisasi penting karena Hatta khawatir ada masyarakat yang berpikir redenominasi ini seperti sanering yang memotong uang saat zaman Presiden Soekarno dulu.
"Padahal nilainya sama hanya dikurangi nolnya. Jangan berpkir ada uang yang dipotong. Perlu sosialisasi yang cukup tidak hanya masyakarat kelas atas tapi juga bawah," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah dan BI telah membentuk sebuah tim yang berada di bawah Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk menindaklanjuti proses penyederhanaan angka nol dalam rupiah alias redenominasi.
Tim yang diketuai Menteri Keuangan tersebut memasuki tahap konsultasi publik untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak dalam melaksanakan redenominasi.
Redenominasi merupakan proses penyederhanaan rupiah dengan mengurangi angka nol. Dalam kajian BI beberapa waktu lalu, angka nol yang 'dihilangkan' paling tepat 3 digit. Jadi Rp 1.000 nanti akan menjadi Rp 1. Namun semua masih dalam kajian yang akan dibawa ke DPR dalam bentuk RUU Redenominasi.
(nia/dnl)











































