Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Mirza Adityaswara mengungkapkan jika dibandingkan dengan negara lain ternyata Indonesia bisa dikatakan 'kalah' dari sisi nilai tukarnya. Oleh karena itu redenominasi alias penyederhanaan rupiah bisa membawa Indonesia lebih berwibawa diantara negara-negara tersebut.
"Sekarang begini. Kita kan mau masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2015, nanti 2020 terutama untuk sektor finansial. Pada saat itu kita semakin diperbandingkan dengan negara-negara lain. Memang akan lebih baik kalau mata uang kita lebih sederhana, lebih simple sehingga lebih berwibawa," papar Mirza di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, redenominasi adalah mengurangi digit (angka nol) di belakang mata uang tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1 untuk menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih kecil. Dengan penyederhanaan itu maka hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan proses ini tidak mengubah daya beli masyarakat.
Rencananya, pembahasan RUU Redenominasi Mata Uang tersebut akan dilakukan pada Mei 2013 mendatang.
(dru/dnl)











































