Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz menjelaskan rendahnya suku bunga di negaranya mengacu pada inflasi di Malaysia yang berkisar di angka 2%.
"Karena inflasi hanya 2%, sehingga kita menetapkan tingkat suku bunga 3,5%," tutur Zeti usai acara Regional Lecture Islamic Banking di Kantor Pusat Bank Indonesia MH Thamrin Jakarta, Rabu (19/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memperkirakan tidak terlalu berbeda dengan tahun ini, kita ekonominya sudah terbuka tidak seperti Indonesia. Kita ekspor melambat, permintaan kredit dalam negeri begitu penting, pertumbuhan ekspor negatif," pungkasnya.
Bank Indonesia sendiri tetap menahan suku bunga acuan alias BI Rate di posisi 5,75%. Bank sentral telah menahan suku bunga acuan di posisi tersebut selama 10 bulan sejak Februari 2012.
(feb/dru)











































