Deputi Gubernur BI, Ronald Wass menuturkan anggaran tersebut akan digunakan untuk pencetakan uang dan perubahan sistem IT.
"Anggaran biaya itu Rp 200 miliar. Itu untuk pencetakan uang ada disitu, IT kita. Selama 7 tahun lah," ungkap Ronald ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi tidak akan ada penambahan uang baru dalam jumlah banyak kecuali penambahan setiap tahun secara normal.
"Tiap tahun kan nambah, tapi sesuai dengan tambahan yang biasa saja. Jadi bukan uang lama kita cetak terus uang baru juga cetak banyak-banyak. Kita ganti aja," ucapnya.
Ia menambahkan, konsultasi publik yang dilakukan saat ini akan berdampak pada proses redenominasi.
"Jadi konsultasi publik kita lakukan, dan tadi kan banyak masukan, kebetulan ada timnya. Nanti ini kan pertama, dalam proses penerbitan UU ada sosialisasi, sosialisasi ini harus lebih kaitannya dengan UU yang dikeluarkan," pungkasnya.
(dru/dru)











































