Proses penyederhanaan mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya alias redenominasi sudah mulai disosialisasikan. Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) meminta seluruh pihak untuk mendukung upaya pemerintah ini karena banyak manfaatnya.
"Sudah menjadi program pemerintah, jadi ya harus diikuti. Harus dukung memang manfaatnya lebih banyak dari mudharatnya saya kira redenominasi itu perlu sosialisasi yang berkesinambungan," jelas Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono usai seminar perbankan bertema 'Peluang dan Tantangan Perbankan Indonesia Menuju Pasar Bebas Asean 2020', di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (29/1/13).
Sigit menjelaskan, proses redenominasi dengan mengurangi 3 nol di belakang akan membuat efisien banyak hal. "Pertama lebih hemat menyebutnya, nafas kita lebih pendek menyebutkannya, terus kalau menuliskan angka dengan mengurangi 3 nol lebih mudah, melakukan kalkulasi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit menilai, program ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Bahkan, sambungnya Turki sudah pernah melakukannya, mereka lebih ekstrem mengurangi sampe 6 nol di belakang.
Lebih jauh Sigit memberikan masukan agar sosialisasi redenominasi dilakukan dengan menyeluruh. Agar, lanjut Sigit, seluruh proses bisa berjalan dengan lancar.
"Kalau sosialisasinya nggak bener ya mereka menganggap ini pengurangan nilai, sanering. Jadi ada memori orang kalau pengurangan nol adalah pengurangan nilai. Ini masalah pemahaman," tutup Sigit. (dru/dru)











































