Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto mengatakan penjualan sukuk ritel tersebut diharapkan dapat meningkatkan fee based income sekitar Rp 100 juta.
"Kami tertarik menjadi penjual sukuk ritel karena instrumen sukuk menjadi alternatif pengelolaan dana investasi dimana pasarnya masih terbuka lebar," kata Riyanto di Gedung Bank Syariah Bukopin, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jenis akad-nya ijaroh-asset to be leased sehingga memberi peluang pendapatan pasti bagi investor," ujarnya.
Bank Syariah Bukopin menargetkan total penjualan sukuk antara Rp 100-Rp 150 miliar, atau tumbuh 10 persen dari tahun lalu.
"Sebenarnya bisa lebih tinggi lagi, tapi ini kan ada penjatahan dari pemerintah. Minatnya masyarakat besar," kata Riyanto.
Pemerintah berencana menerbitkan instrumen sukuk ritel seri SR-005 tahun 2013 yang akan ditawarkan ke masyarakat dari tanggal 8-22 Februari 2013.
(dru/dru)











































