Dalam penerbitan sukuk ritel ini, pemerintah menargetkan penjualan mencapai Rp 15 triliun. Instrumen ini bakal diterbitkan pada 27 Februari 2013.
"Dengan memperhatikan kondisi pasar keuangan dalam negeri serta biaya yang dapat ditanggung pemerintah, dalam rangka pengelolaan utang, Menteri Keuangan menetapkan imbalan/kupon Sukuk Negara Ritel seri SR-005 sebesar 6 persen per tahun," ujar Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Dahlan Siamat dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (8/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimum pemesanan Rp 5 juta dan kelipatannya hingga maksimum pemesanan sebesar Rp 5 miliar. Periode pembayaran imbalan setiap tanggal 27 Februari. Target investor adalah individu WNI.
Underlying asset dari penerbitan sukuk ini adalah proyek-proyek Kementerian Pekerjaan Umum.
"Jenisnya bervariasi ada flyover, underpass, pembangunan jalan baru, jalan bebas hambatan, jembatan baru dan renovasi jembatan. Rehabilitasi jalan dan jembatan itu proyek yang kita gunakan sebagai underlying aset," tandasnya.
Masyarakat yang berminat membeli sukuk ini dapat menghubungi 25 agen penjual yang terdiri dari 16 bank dan 9 perusahaan efek yang telah ditunjuk pemerintah.
(nia/dnl)











































