Kena 'Sentil' BI Soal Devisa Hasil Ekspor, Ini Jawaban Total E&P

Kena 'Sentil' BI Soal Devisa Hasil Ekspor, Ini Jawaban Total E&P

- detikFinance
Senin, 18 Feb 2013 17:25 WIB
Kena Sentil BI Soal Devisa Hasil Ekspor, Ini Jawaban Total E&P
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) perminyakan seperti Total E&P Indonesie ternyata masih 'melarikan' Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank luar negeri.

Presiden Direktur & GM Total E&P Indonesie Elisabeth Proust memastikan tidak akan implementasikan aturan yang diterbitkan oleh BI tersebut. Bahkan, sejauh ini tidak ada rencana untuk menjalankan aturan DHE itu.

"Untuk saat ini apa yang diminta Bank Indonesia tidak bisa kami implementasikan dan kami belum berencana mengimplentasikan," ungkap Proust di Gedung World Trade Center II, Sudirman, Minggu (18/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta BI melihat konstribusi perusahaannya. Ada sekitar US$ 2,5 miliar yang disalurkan perusahaan asal Prancis tersebut melalui bank Nasional.

"Saya pikir kita harus melihat kontribusi kami, kami memasukkan US$ 2,5 miliar cash expenditure melalui bank nasional. Jadi ini sudah jumlah yang besar," terangnya.

Dari hal tersebut, menurutnya suah ada upaya untuk menjaga nilai Rupiah. "Kami sudah melakukan apa yang kami bisa lakukan untuk mempertahankan rupiah melalu sistem ini.ini lebih efisien," ucap Proust.

Selain itu, pembayaran kontraktor selama ini juga dengan Bank Nasional. Saat ini, Ia mengaku tidak ada pembicaraan dari pemerintah dari kondisi tersebut.

"Kami menggunakan bank nasional untuk membayar kontraktor kami. Dan ini sustainability yang bisa kami bawa," jawab Proust.

"Saya rasa aturan baru itu penting untuk menghormati apa yang ada di kontrak. Satu-satunya hal yang menghubungkan kami dengan pemerintah adalah kontrak kami," tutupnya.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads