Direktur Operasi dan Teknologi Bank Mega, Joseph G Godong menuturkan penurunan penyaluran kredit tersebut didorong oleh kebijakan pembatasan uang muka pembiayaan kredit kendaraan bermotor dan rumah, yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan mulai diterapkan pada Juni 2012.
"Penurunan kredit karena perubahan aturan kredit dari BI mengenai DP (uang muka) kendaraan bermotor," tutur Joseph pada acara Public Expose Bank Mega di Menara Bank Mega Jakarta, Kamis (28/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Business Development Mega, Kostaman Thayib menuturkan, meskipun penyaluran kredit turun, tapi bank milik Chairul Tanjung ini, berhasil memangkas bunga untuk sumber dana dari pihak ketiga sehingga berperan menurunkan biaya.
"Laba naik tapi kredit turun, cost of fund turun. Jadi secara terus menerus. Kita gak jor-joran himpun dana besar. Kita melakukan upaya turunkan suku bunga (dana pihak ketiga)," papar Kostaman.
Seperti diketahui, pada tahun buku 2012, bank Mega menorehkan laba bersih sebesar Rp 1,37 triliun selama 2012 atau meningkat 28% dari tahun 2011 yang tercatat sebesar Rp 1,07 triliun. Sementara untuk dana pihak ketiga, MEGA berhasil memperoleh Rp 50,3 triliun atau naik 2,3% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 49,1 triliun.
Pada tahun 2013, MEGA menargetkan bisa memperoleh laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun dan penyaluran kredit kredit senilai Rp 3,4 triliun. Sementara dana pihak ketiga bisa memperoleh Rp 56,6 triliun.
(feb/dru)











































