Bank Mandiri Belum Berniat Terbitkan Obligasi

Bank Mandiri Belum Berniat Terbitkan Obligasi

- detikFinance
Rabu, 13 Okt 2004 15:28 WIB
Jakarta - Bank Mandiri akan mencari alternatif pendanaan lain diluar penerbitan obligasi untuk menutupi utang yang jatuh tempo sebesar US$ 300-400 juta. Alternatif pembiayaan yang akan dilakukan adalah pembiayaan secara bilateral dengan pihak luar negeri dan melakukan swap. Hal ini disampaikan wapresdir Bank Mandiri I Wayan Pugeg usai mengikuti seminar di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (13/10/2004)."Pokoknya kita belum berencana menerbitkan obligasi karena kebutuhan dana bisa dilakukan dengan banyak cara. Jadi tidak harus dengan Eurobond atau obligasi," tegas Pugeg.Sementara untuk menerbitkan saham baru menurut Pugeg juga belum dimungkinkan mengingat posisi CAR perusahaan masih cukup kuat. "Pokoknya kita akan melakukan fund rising. Kalau kita terbitkan obligasi kan harus dengan persetujuan BI. Tapi kalau dengan cara-cara lain kan tidak. Misalnya perjanjian bilateral. Itu kan masing-masing sudah ada ketentuannya, misalnya jangka waktu 2 tahun. Kita juga bisa melakukan swap. Kalau itu kita bisa lakukan, kita tidak perlu mencari pendanaan lain," papar Pugeg.Sejauh ini menurut Pugeg, sudah ada bebrapa bank asing yang menawarkan pendanaan untuk Bank Mandiri diantaranya HSBC. Namun saat ini manajemen masih melakukan pengkajian dan mempelajari tawaran dari HSBC tersebut. "Memang ada banyak tawaran dari beberapa bank. Umumnya bank asing, karena untuk dana sebesar itu mau tidak mau harus cari keluar negeri," kata Pugeg.Sementara itu berkaitan dengan restukturisasi utang PT Suba Indah senilai Rp 300 miliar, Pugeg menjelaskan sejauh ini manajeman belum berencana membeli obligasi yang akan diterbitkan oleh Suba karena manajemen masih menunggu strategi apa yang akan ditempuh Suba terkait restrukturisasinya itu. "Manajemen belum sampai pada keputusan untuk membeli atau tidak. Kita mau lihat strateginya dulu," demikian Pugeg. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads