Managing Director and Head of Emerging Market Business Division Yayusuki Kawasaki mengungkap alasan aksi korporasi tersebut. Salah satunya adalah bisnis pensiun yang digagas BTPN.
"Pensiunan dan mikrofinance itu yang membuat kita tertarik terhadap BTPN," ujar Kawasaki dalam media briefing di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Jumat (10/5/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian BTPN secara profit juga konsisten dengan rata-rata RoE 31% dalam 5 tahun terakhir," tukasnya.
Ia juga menilai aset BTPN juga berkualitas terlihat pada rasio kredit macet (Non Performing Loan /NPL) yang rendah.
"Ekspansi pada usaha mikro dengan inovatif dan efisien," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, Sumitomo merogoh kocek hingga US$ 946 juta untuk membeli 24,3% saham BTPN. Adapun, pembelian lanjutan sebanyak 15,7% akan dilakukan setelahnya.
(dru/dru)











































