Stanchart Jadi Standby Buyer 20% Saham Bank Permata

Stanchart Jadi Standby Buyer 20% Saham Bank Permata

- detikFinance
Senin, 18 Okt 2004 15:41 WIB
Jakarta - Direktur Perusahaan Pengelola Aset (PPA) M Syahrial mengungkapkan pemerintah telah menunjuk Standard Chartered Bank (SCB) sebagai standby buyer dalam penjualan 20 persen sisa saham pemerintah di Bank Permata yang akan dilepas lewat market placement.Syahrial mengungkapkan hal tersebut usai rapat di gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/10/2004)."Secara persetujuan (yang 20 persen) harus lewat market placement. Tapi kita harus pikirkan kalau marketnya tidak laku karena untuk pasar harganya cukup tinggi. Tapi ini tergantung menteri keuangan," kata Syahrial.Penunjukan SCB diperlukan jika sisa saham Bank Permata itu tidak terlalu diminati pasar. Mengenai kapan akan dilepas, Syahrial mengaku belum tahu. "Tergantung menteri keuangan nanti. Kalau market tidak bisa terima bagaimana alternatifnya itu kita perlu ada standby buyer. Sebab kalau tidak ada maka tidak likuid sahamnya," ujarnya.Saat ditanya mengenai kepastian SCB sebagai standby buyer, Syahrial mengakuinya karena SCB saat ini akan memiliki 51 persen saham Bank Permata. "Paling tidak ini harganya agar tidak turun," tegasnya.Sementara itu mengenai status utang milik Aburizal Bakrie yang saat ini dipertanyakan karena kemungkinan Aburizal akan menjadi menteri, Syahrial mengatakan sebagai mantan deputi kepala BPPN, dari data yang diketahuinya seluruh kredit macet Bakrie Groups sudah diselesaikan. Artinya kredit tersebut sudah direstrukturisasi dan direfinancing kembali atau dibeli kreditur lain."Jadi sudah tidak ada kewajiban lain yang ditangani PPA sudah tidak ada lagi kecuali Bakrie Nirwana Resort (BNR). Tapi BNR ini 70 persen sahamnya sudah dimiliki pemerintah," jelas Syahrial.Dalam kesempatan itu Syahrial juga mengungkapkan bahwa saat ini PPA juga masih menunggu arahan meteri keuangan baru. Yang jelas, PPA sudah menyelesaikan hampir 95 persen permasalahannya. "Kalau untuk verifikasi dan inventarisasi itu harus terus dilakukan. Tapi kan ada yang kaitannya untuk menopang APBN seperti 20 persen saham Bank Permata. Itu tergantung pemerintahan baru apa mau dilepas atau tidak. Tapi kita sudah siapkan semuanya secara governance," terang Syahrial. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads