Hal ini membuat Indonesia sulit bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Tadi saya mendapat bisikan dari Bapak Budi (Direktur Utama Bank Mandiri) bahwa akses ke perbankan itu baru 40-50 juta manusia. Hanya 20% populasi orang Indonesia," ungkap Gita pada acara National Lecturer Series 2013 di Auditorium Plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut Gita, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Seperti dari sisi populasi manusia yang besar yang dapat menunjang konsumsi domestik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari tahun ke tahun.
"Secara matematis kita harus lebih besar. Kita lebih bisa bersaing dengan Tiongkok dan India, jangankan Singapura, Tiongkok dan India pun bisa kita kejar," ucapnya.
Ia menilai, perbankan sudah memiliki solusi untuk mewujudkan mudahnya akses ke perbankan. Hanya, menurutnya kegigihan masyarakat agar tidak ragu untuk mendapatkan pinjaman ke perbankan.
"Saya rasa, Pak Budi sudah punya solusinya sehingga akses ke perbankan bisa cepat," jawabnya.
(hen/hen)










































