Menteri UKM Tak Tahu Kredit Macet KUR BNI Tembus 10%

Menteri UKM Tak Tahu Kredit Macet KUR BNI Tembus 10%

- detikFinance
Rabu, 03 Jul 2013 13:43 WIB
Menteri UKM Tak Tahu Kredit Macet KUR BNI Tembus 10%
Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan tidak mengetahui rasio kredit bermasalah atau kredit macet (Non Performing Loan/NPL) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah mencapai 10%. Padahal pihak BNI sendiri telah mengakui kebenaran hal tersebut.

"Saya belum dapat laporannya tuh. Yang jelas saya tahu tidak boleh lebih dari 5%," kata Syarief ketika ditemui di acara Konferensi Pemberdayaan UMKM Nasional 2013, Gedung Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/7/2013).

Menurut Syarief, tidak ada perbankan yang rasio kredit bermasalahnya mencapai 5% lebih. "Setahu saya belum ada tuh. Nanti kalau ada kita lihat saja nanti," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KUR yang disalurkan industri perbankan memang sudah mencapai setengah dari target. Sampai 31 Mei 2013, KUR yang disalurkan bank telah mencapai Rp 18,103 triliun atau 50,3% dari target sebesar Rp 36 triliun.

Sayangnya, demi mencapai target, rasio kredit bermasalah alias (NPL/Kredit Macet) juga mengalami kenaikan hingga 4,5%. NPL tertinggi dimiliki oleh BNI yang mencapai 10,1%.

Menanggapi tingginya KUR, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia Tbk, Tribuana Tunggadewi mengatakan beberapa debiturnya memang mengalami kendala.

"Karena bisnis nasabah KUR ada yang mengalami kendala. Dan disamping itu klaim asuransi masih belum selesai prosesnya maka NPL meningkat," katanya kepada detikFinance.

Berikut daftar NPL KUR industri perbankan di Mei 2013 :




  • BNI : 10,5%
  • BRI (KUR Ritel) : 3,6%
  • BRI (KUR Mikro) :1,8%
  • BANK MANDIRI : 3,5%
  • BTN : 6,9%
  • BUKOPIN : 4,2%
  • BANK SYARIAH MANDIRI : 6,8%
  • BNI SYARIAH : 3,9%
  • BPD : 7,5%
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads