"Saya belum dapat laporannya tuh. Yang jelas saya tahu tidak boleh lebih dari 5%," kata Syarief ketika ditemui di acara Konferensi Pemberdayaan UMKM Nasional 2013, Gedung Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
Menurut Syarief, tidak ada perbankan yang rasio kredit bermasalahnya mencapai 5% lebih. "Setahu saya belum ada tuh. Nanti kalau ada kita lihat saja nanti," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, demi mencapai target, rasio kredit bermasalah alias (NPL/Kredit Macet) juga mengalami kenaikan hingga 4,5%. NPL tertinggi dimiliki oleh BNI yang mencapai 10,1%.
Menanggapi tingginya KUR, Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia Tbk, Tribuana Tunggadewi mengatakan beberapa debiturnya memang mengalami kendala.
"Karena bisnis nasabah KUR ada yang mengalami kendala. Dan disamping itu klaim asuransi masih belum selesai prosesnya maka NPL meningkat," katanya kepada detikFinance.
Berikut daftar NPL KUR industri perbankan di Mei 2013 :
- BNI : 10,5%
- BRI (KUR Ritel) : 3,6%
- BRI (KUR Mikro) :1,8%
- BANK MANDIRI : 3,5%
- BTN : 6,9%
- BUKOPIN : 4,2%
- BANK SYARIAH MANDIRI : 6,8%
- BNI SYARIAH : 3,9%
- BPD : 7,5%











































