"Mungkin kalau untuk jenis tertentu mungkin. Kemungkinannya besar itu bubble, berdasarkan kajian kami, tipe yang 70 m2 keatas itu ada kecenderungan bubble. Karena harganya sudah nggak lazim lagi," kata Deputi Gubernur Halim Alamsyah di Gedung BI, Kamis (11/7/2013).
Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang berinvestasi untuk sektor ini sudah salah kaprah. Dengan harga yang tinggi, dikhawatirkan investasi masyarakat untuk sektor properti akan terganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang tinggi pada Kredit Perumahan Rakyat (KPR), terutama untuk tipe 70 m2 ke atas. Pada bulan April pertumbuhan rumah tipe 70 m2 sebesar 45,1% dan Mei 25,9% dengan porsi Rp 98,3 triliun.
"Menariknya pertumbuhan KPR tipe 70 m2 keatas itu jauh lebih tinggi dibandingkan tipe 70 kebawah," ujarnya.
Sementara untuk tipe 22-70 pertumbuhan pada bulan April dan Mei masing-masing 18,1% dan 18,7% dengan porsi Rp 109,6 triliun. Sedangkan untuk tipe 21 tercatat April -27,6% dan Mei -29% dengan porsi Rp 21,3%.
"Jadi untuk tipe 21 yang pertumbuhannya malah minus," sebutnya.
(dru/dru)











































