Dari rapat yang dimulai dari pukul 14.00 WIB hampir keseluruhan anggota dewan mempertanyakan soal langkah yang akan diambil terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Diantaranya adalah Kamaruddin Sjam yang menilai saat ini kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan BI untuk menahan pelemahan tidak terlihat berdampak signifikan. Untuk itu diperlukan gagasan baru yang berfungsi untuk penyelamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian itu pun menjadi pertanyaan oleh Sadar Subagyo. Ia mempertanyakan langkah Mirza jika terpilih untuk memastikan ketersediaan dolar di dalam negeri. Apalagi dengan kondisi karena pembayaran utang swasta yang jatuh tempo dan defisit transaksi berjalan.
"Kita butuh dolar. Itu mesti jadi penegasan bahwa kondisi yang kita alami kebutuhan dolar. Sekarang dolar habis karena utang swasta jatuh tempo dan defisit transaksi berjalan. Apa solusinya? Bagaimana dengan devisa hasil ekspor (DHE)?" ujar Sadar pada kesempatan yang sama.
Indah Kurnia memperdalam pertanyaan terkait defisit transaksi berjalan. Menurutnya BI dapat berkontribusi dalam penyelesaian defisit tersebut. Terutama dalam langkah menekan impor yang masih mengalir deras.
"Apa kontribusi dalam menghadapi defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan," sebut Indah.
Selain persoalan rupiah, Mirza juga ditanyakan terkait deskripsi tugas sebagai Deputi Gubernior Senior BI, penanganan inflasi, azas resiprokal, branchless banking, kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan bank syariah.
Seperti yang diketahui, selain Mirza juga akan diuji Anton Gunawan sebagai calon kedua. Anton merupakan Ekonom Senior PT Bank Danamon Tbk Hasil dari fit and proper tes ini akan diumumkan esok hari usai rapat internal dari Komisi XI.
(mkj/dru)











































