Kesuksesan anda dalam memiliki dana darurat tergantung kepada seberapa konsisten anda untuk menyisihkan penghasilan secara rutin dan kemampuan anda untuk tidak tergoda menggunakan dana itu untuk keperluan non-darurat.
Perencana Keuangan ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie mencoba memberi penjelasan bagaimana menyusun dana darurat yang baik. Berikut pemaparannya seperti dikutip detikFinance dari situs resminya, Jumat (1/11/2013).
Apa itu Dana Darurat?
|
|
Atau apabila genteng rumah bocor, dan Anda harus melakukan renovasi kecil. Contoh lainnya apabila Anda adalah pekerja freelance dan tidak mendapat penghasilan selama 1 bulan, maka Anda bisa menggunakan dana darurat untuk keperluan hidup.
Pentingnya Dana Darurat
|
|
Namun, sadar bahwa anda dan keluarga juga punya kebutuhan, akhirnya tidak ada jalan lain selain meminjam uang ke Bank melalui program Kredit Tanpa Agunan atau menggunakan kartu kredit.
Tahukah anda bahwa tingkat suku bunga untuk kredit semacam ini minimal sekitar 20% per tahun? Selain itu, anda tetap harus membayar seluruh bunga yang telah dihitung di muka walaupun dalam perjalanannya anda mampu untuk melunasi utang sebelum jatuh tempo.
Artinya apa? Anda akan membayar bunga untuk uang yang sudah tidak menjadi utang. Wahβ¦wahβ¦wahβ¦rugi sekali bukan?
Jumlah Kebutuhan Dana Darurat
|
|
Pada prinsipnya, semakin banyak tanggungan, maka semakin besar faktor penggali dana darurat anda. Karena artinya, probabilitas terjadinya kejadian tak terduga pun menjadi semakin besar. Coba gunakan kalkulator Dana Darurat untuk menghitung berapa kebutuhan anda sesuai dengan kondisi saat ini.
Apabila anda merupakan pekerja lepas (freelance), maka sebaiknya anda menambah jumlah dana darurat anda di atas rata-rata panduan umum. Idenya adalah saat anda sedang tidak memiliki pekerjaan, maka anda harus tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bantuan dana darurat. Lebih lanjut, apabila anda tidak memiliki asuransi kesehatan, maka faktor ini juga akan menambah jumlah kebutuhan dana darurat.
Mulailah Menabung Sedikit Demi Sedikit
|
|
Pepatah mengatakan βSedikit lama-lama menjadi bukitβ. Hal ini juga berlaku dalam hal usaha untuk membentuk dana darurat. Tetapi ingat, bukitnya jangan digundul ya, karena tidak ada artinya kalau rajin menabung tapi rajin juga mengambil. Itulah sebabnya, dana darurat harus ditempatkan di rekening terpisah dari rekening tabungan lain untuk keperluan rutin atau keperluan tujuan finansial lainnya.
Di mana sebaiknya anda menyimpan dana darurat? Dana darurat harus disimpan di tempat yang sangat likuid. Likuiditas merupakan kemampuan untuk mendapatkan kas. Produk keuangan seperti Tabungan atau Giro merupakan tempat yang cocok untuk menyimpan dana darurat karena likuiditas tinggi dengan risiko yang sangat minimal.
Anda tidak bisa mempertaruhkan nilai dana darurat yang menurun demi menyimpannya di produk yang berpotensi memberikan tingkat imbal hasil lebih tinggi.
Jangan putus asa bila melihat saldo dana darurat anda masih jauh dari ideal. Menyisihkan sebagian penghasilan saja sudah sulit apalagi menyisihan untuk sesuatu yang tidak mau digunakan. Salah satu cara yang sangat baik untuk mulai menabung adalah dengan melakukan setoran rutin, baik itu mingguan atau bulanan.
Buatlah satu rekening baru di Bank yang sama dengan rekening anda yang lain. Kemudian, buat instruksi transfer otomatis dari rekening utama ke rekening dana darurat. Tanpa anda sadari, saldo dana darurat anda akan meningkat dari hari ke hari.
Halaman 2 dari 5










































