RUPSLB menyetujui pengangkatan Taswin Zakaria sebagai Presiden Direktur baru BII dan Datuk Abdul Farid Alias sebagai Komisaris BII.
Penunjukan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan dari regulator terkait di Indonesia. Disamping itu, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Datoβ Sri Abdul Wahid Omar selaku Komisaris, Datoβ Khairussaleh Ramli sebagai Presiden Direktur, dan Rita Mirasari sebagai Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyambut gembira Taswin Zakaria sebagai Presiden Direktur dan Datuk Abdul Farid Alias sebagai Komisaris. Baik Taswin maupun Datuk Farid bukanlah orang asing bagi BII," kata Presiden Komisaris BII Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor dalam siaran persnya, Senin (11/11/2013).
"Sebagai anggota Dewan Komisaris BII selama sembilan tahun, Taswin memiliki pengetahuan yang mendalam tentang operasional BII. Pengetahuannya yang luas tentang iklim bisnis di Indonesia dan pengalamannya di sektor jasa keuangan membuatnya memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk memimpin perjalanan transformasi BII," imbuhnya.
Β
Taswin Zakaria merupakan warga negara Indonesia yang menjabat sebagai Komisaris Independen BII sejak 2003. Taswin Zakaria sebelumnya menjabat Presiden Direktur PT Indonesia Infrastructure Finance pada periode 2010 dan 2011.
Sebelum menjadi anggota Dewan Komisaris BII, Taswin Zakaria menjabat Direktur Barclays Bank Plc untuk Indonesia dan Kepala Regional Asia pada Alternate Capital Market/Islamic Finance.
Sedangkan Datuk Abdul Farid Alias, warga negara Malaysia yang memulai karirnya di Grup Maybank di Aseanbanker pada 1992 setelah lulus dari Pennsylvania State University, Amerika 1991 dengan gelar sarjana akuntansi, dan mendapatkan gelar MBA di bidang Financial dari University of Denver, Amerika pada 1991.
Pada hari yang sama, BII juga menyelenggarakan paparan publik untuk kinerja keuangan per September 2013. BII mencatat perolehan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) sebesar Rp 1,1 triliun untuk sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2013, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja terutama didukung oleh pertumbuhan yang solid pada semua core business Bank, pertumbuhan yang kuat pada simpanan nasabah, perbaikan siginifikan pada profitabilitas anak perusahaan Bank, dan peningkatan berkelanjutan dari keseluruhan proses operasional Bank.
(/)











































