Stanchart-Astra Tetap Minat Beli 20% Saham Bank Permata
Senin, 22 Nov 2004 17:53 WIB
Jakarta - Konsorsium Stanchart dan Astra Internasional menyatakan minatnya untuk membeli 20 persen saham pemerintah di Bank Permata yang akan dilepas lewat mekanisme block sales.Hal itu disampaikan oleh komisaris Bank Permata yang mewakili konsorsium Standard Chartered Bank (SCB) dan Astra Internasional Vincent Plant dan Gunawan Geniusahardja usai RUPSLB di Hotel Lee Meridien, Jakarta, Senin (22/11/2004)."Mengapa kita bisa masuk ke Bank Permata dengan harga yang tinggi, itu karena arah bisnis kita cocok sehingga jika pemerintah akan menawarkan 20 persen kita masih dalam konsideren untuk masuk kesana bersama-sama SCB untuk kepentingan jangka panjang," ungkap Gunawan.Senada dengan Gunawan, Vincent Plant juga menyatakan tertarik unuk membeli 20 persen saham pemerintah di Bank Permata bersama dengan Astra. Namuh berapa komposisi saham yang akan diambil keduanya belum bisa dijelaskan.Yang pasti, katanya, diharapkan masuknya SCB dan Astra bisa meningkatkan sinergi di Bank Permata.Sementara terkait dengan fokus bisnis Bank Permata ke depan, Vincent mengungkapkan akan tetap mengfokuskan usaha pada sektor UKM dan konsumer. Hal tersebut juga disampaikan oleh Dirut Bank Permata Agus Martowardoyo.Menurut Agus, sesuai dengan pernyataan konsorsium Stancart dan Astra sebagai pemegang saham mayoritas Bank Permata saat ini yang dituangkan dalam business plan-nya Bank Permata akan tetap fokuskan usahanya di bidang UKM dan Konsumer.Oleh karena itu Agus Martowardoyo berharap tidak ada kekhawatiran mengenai pengucuran kredit untuk sektor ini meski sejumlah pengamat menyatakan masuknya investor asing telah menyebabkan fokus pengucuran kredit sektor UKM menjadi menurun.Terkait masalah permodalan, Agus menegaskan sejauh ini Bank Permata belum berpikir untuk menerbitkan obligasi sub debt untuk mempertahankan posisi CAR-nya di level 12 persen. Manajemen menurutnya masih akan mengusahakan pencapaian kecukupan modal dari dana internal yakni dengan meningkatkan laba perseroan."Terkait modal sekarang modal Bank Permata masih cukup di angka 12 persen dan 3 sampai 5 tahun ke depan diperkirakan kita akan selalu bisa menjaga modal di tingkat yang sehat 12 persen itu. Jadi untuk injeksi modal atau sub debt kami tidak bisa menjawabnya. Tapi kami yakin bank dapat memenuhi sendiri, namun jika dilain waktu kita butuh modal pemegang sama baik yang baru atau lama akan mempertimbangkannya. Tapi yang utama dari dana internal dulu," ujar Agus.Hingga September 2004 total aset Bank Permata tercatat Rp 31,5 triliun dengan NPL Netto 2,9 persen dan diharapkan hingga akhir tahun posisi NPL (kredit bermasalah) ini bisa tetap dipertahankan di bawah 5 persen."Untuk akhir tahun kelihatannya semua target anggaran bisa dicapai. Momentum September bisa dipertahankan hingga akhir tahun," tegasnya.Sementara itu laba bersih tercatat mengalami peningkatan 128 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni menjadi Rp 489 miliar.
(san/)











































