Konsorsium BUMN menggelontorkan investasi mencapai Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi 100% saham anak usaha Askes ini. Konsorsiun BUMN tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk dengan porsi saham 80%, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dengan porsi saham 10% dan PT Jasindo (Persero) dengan porsi saham 10%.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Sadikin pada sambutannya menjelaskan akuisisi InHealth ini merupakan inisiatif Bank Mandiri untuk menyukseskan implementasi BPJS bidang Kesehatan sekaligus memanfaatkan peluang di sektor asuransi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
InHealth merupakan perusahaan jasa layanan asuransi kesehatan dengan jaringan terluas di Indonesia yang saat ini melayani 1,1 juta pemegang polis. Proses akuisisi InHealth akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, Bank Mandiri akan memiliki 60% saham InHealth serta Kimia Farma dan Jasindo masing-masing memiliki 10% saham sementara Askes akan memiliki 20% saham di InHealth.
Tahap kedua akan dilakukan setelah masa transisi peralihan Askes menjadi BPJS bidang Kesehatan selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa segala sesuatu dalam periode transisi, khususnya setelah penerapan BPJS akan berlangsung lancar. Sebelum akhir periode transisi tersebut maka, sisa 20% saham Askes di InHealth yang sudah diperjanjikan akan dijual kepada Bank Mandiri.
Hadir pada kesempatan ini Direksi dari Askes, Jasindo, Kimia Farma dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan pada sambutan singkatnya menyambut baik akuisisi InHealth oleh konsorsium BUMN.
"Sangat bagus karena nggak jatuh ke tangan swasta dan asing, serta tidak jatuh ke tangan swasta yang suka menjual ke asing," ucap Dahlan.
(hen/ang)











































