BNI menilai GP Ansor memiliki kemampuan dan motivasi untuk terus membantu komunitas di sekitar pesantren dalam mengembangkan perekonomiannya, dari masyarakat pra sejahtera menjadi sejahtera.
Salah satunya adalah dengan melakukan pengujian terhadap pesantren-pesantren yang memiliki catatan sukses dalam mengembangkan perekonomian komunitasnya dalam dua dekade terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNI tertarik turut memperkuat usaha yang telah dirintis ketiga pesantren tersebut, sehingga sebagai langkah awal, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid bersepakat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di sela-sela Harlah ke-80 GP Ansor.
"Kami ingin memperkenalkan jasa-jasa keuangan ke komunitas pesantren, yang kali ini kami awali melalui MoU dengan GP Ansor. Bukan hanya produk perbankan, kami juga akan memperkenalkan produk-produk keuangan lain, seperti asuransi, sehingga upaya pengembangan financial inclusion semakin menguat," ujar Gatot dalam siaran persnya, Minggu (5/1/2014).
Dengan adanya MoU tersebut, pada tahap awal, atau sekitar kuartal I 2014, BNI akan berupaya mengenal lebih dalam kegiatan usaha yang telah dilakukan oleh ketiga pondok pesantren pemenang award Nahnu Ansorulloh itu dan kemudian memperkenalkan program Kampoeng BNI sebagai salah satu sarana penguatan ekonomi masyarakat.
Kemudian, pada kuartal II 2014, BNI akan mengupayakan agar penguatan ekonomi berbasis komunitas pesantren ini menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi ke pesantren-pesantren lainnya.
"Untuk tahap pertama kami kembangkan terlebih dahulu ketiga pondok pesantren yang sudah diuji oleh GP Ansor itu, kemudian kami ingin agar mereka menjadi contoh yang dapat diterapkan di pesantren lain. Dengan MoU kami berupaya mengenal usaha mereka, lalu selanjutnya akan ditingkatkan dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama). Setelah itu kami akan mereplikasi proyek percontohan ini ke pesantren yang lain," tutur Gatot.
(dru/dru)











































