Saat ini, total aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTPN Syariah baru mencapai Rp 1,8 triliun dengan penyaluran kredit sebesar Rp 1,3 triliun.
"Aset UUS BTPN saat ini Rp 1,8 triliun, kira-kira akan di atas Rp 2,5 triliun ke depan setelah akuisisi ini," ujar Direktur Keuangan BTPN Arief Harris usai RUPSLB di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (20/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit syariah masih 3% dari total kredit BTPN, akan terus meningkat tentunya, yang besar masih dari pensiun dan mikro," kata dia.
Dia menyebutkan, per 30 September 2013, jumlah nasabah BTPN Syariah sudah mencapai 754 ribu nasabah. Dengan akuisisi ini, jumlah nasabah akan terus meningkat. Tercatat, jumlah nasabah Bank Sahabat yang kemungkinan bisa ditarik ke BTPN Syariah mencapai 60 ribu nasabah. Ini merupakan potensi yang cukup besar.
"Portofolio syariah kita sangat baik. Bisnis model cocok dengan Bank Sahabat. NPF gross kita sekitar 0,5%," kata dia.
Sementara itu, di tempat yang sama, Presiden Direktur Bank Sahabat Gatot Adi Prasetyo menyebutkan, saat ini posisi aset perseroan mencapai Rp 348 miliar dengan total nasabah sekitar 150 ribu orang.
"Masuknya BTPN ke strategic market, lebih dari 60 ribuan nasabah Bank Sahabat bisa digarap oleh BTPN Syariah, ini akan sejalan," tandasnya.
(drk/ang)











































