Panik Datanya Dicuri, Jutaan Orang di Korsel Tutup Kartu Kredit

Panik Datanya Dicuri, Jutaan Orang di Korsel Tutup Kartu Kredit

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 21 Jan 2014 17:10 WIB
Panik Datanya Dicuri, Jutaan Orang di Korsel Tutup Kartu Kredit
Foto: Ilustrasi
Seoul - Puluhan ribu orang di Korea Selatan (Korsel) menyerbu bank-bank dan call center untuk menutup kartu kreditnya. Ini terjadi karena adanya pencurian data kartu kredit dari 20 juta orang.

Sejak Senin kemarin, menurut data pengawas jasa keuangan Korsel, lebih dari 1,15 juta korban di negara ginseng ini menutup kartu kreditnya secara permanen, atau meminta kartu kredit baru.

Kepanikan ini berawal dari tertangkapnya seorang pekerja dari biro kredit Korea pada awal tahun ini. Karyawan ditangkap karena mencuri dan menjual data nasabah dari 3 perusahaan kartu kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regulator sektor keuangan korsel mengumumkan, setidaknya ada 20 juta orang yang menjadi korban dari pencurian data tersebut.

Pencurian data ini dilakukan melalui server internal 3 perusahaan kartu kredit, yaitu KB Kookmin Card, Lotte Card, dan NG Noghyup Card. Pencurian data ini termasuk nama, nomor kependudukan, nomor telepon, alamat email, nomor kartu kredit dan tanggal kartu tersebut tak berlaku.

Akibat kepanikan ini, tiga perusahaan kartu kredit tersebut mengalihkan ribuan pekerjanya untuk membantu cabang-cabang dan call center yang diserbu oleh nasabah.

"Kami benar-benar kebanjiran pengunjung dalam dua hari ini," kata salah satu staf KB Kookmin Card seperti dilansir dari AFP, Selasa (21/1/2014).

Situs-situs jejaring sosial dipenuhi oleh komplain-komplain orang soal antrean panjang di cabang-cabang bank, dan masalah sulitnya menghubungi call center.

"Saya telah mencoba berkali-kali menghubungi call center tapi tidak berhasil, dan saat pergi ke bank harus menunggu berjam-jam untuk menutup kartu kredit," ujar seorang nasabah.

Banyak pejabat tiga perusahaan kartu kredit ini berencana mengundurkan diri karena krisis yang terjadi. Regulator di Korsel telah meluncurkan investigasi ke sistem keamanan kartu kredit. Pencurian data nasabah atau masyarakat memang sudah sering terjadi di negeri K-Pop ini.

Seorang pegawai Citibank Korea pernah ditahan bulan lalu karena mencuri data 34.000 nasabah. Lalu di 2012, dua orang hacker ditahan karena mencuri data 8,7 juta nasabah. Pada November 2011, perusahaan pembuat kartu kredit menemukan data 13 juta penggunanya dicuti hacker.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads