"Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 perlu ada penyebaran ATM. Bukan hanya di kota besar, namun juga harus dapat menjangkau pelosok pedesaan," ungkap Vice President PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) Zul Irfan saat acara Seminar Nasional Artajasa 2014 di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Menurut Zul, penyediaan ATM di desa-desa diperlukan guna mempermudah nasabah dan membuka akses perbankan. Selain ATM, mesin untuk menabung seharusnya juga disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potensi pasar Indonesia, menurut Zul cukup besar. Saat ini, sambungnya 45 juta penduduk sudah masuk dalam kelas konsumen. Hal ini bisa meningkatkan penetrasi dan jumlah penabung.
"Artinya ini adalah pasar yang sangat besar. Kelas konsumen itu mereka tidak lagi membutuhkan kebutuhan primer, namun di sana ada kebutuhan sekunder yang harus terpenuhi," terangnya.
(dru/dnl)











































