Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menjelaskan sampai saat ini belum tahu berapa jumlah pembiayaan yang akan dikeluarkan oleh perseroan untuk proyek tersebut.
"Insya Allah, kita harus ikut. Belum dirumuskan berapa dan belum ditentukan dimana pembangunan karena masih disinkronkan dengan pemerintah daerah, itu juga belum ditawarkan secara komplet, tapi kita akan ikut dan kita akan menjadi lead di situ," ujar Eko usai acara konferensi Pers Kinerja Keuangan Bank DKI di Jakarta (26/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini saya kira masuk infrastruktur baik Power plant di Kalimantan Timur, ada Garut juga ada. Untuk proyek Merah Putih dari PLN itu nilainya Rp 4,7 triliun yang tersebar di seluruh Sumatera, Aceh, Kalimantan tersebar diberbagai tempat," imbuhnya
Eko menambahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin Bank DKI menjadi bank yang bisa lebih berkembang dan berperan untuk masyarakat Jakarta.
"Bank DKI dikembangkan bisa mencapai bank berkelas Rp 60 triliun (aset) dan betul-betul menjadi peran bank yang besar di DKI Jakarta," tambahnya.
Seperti diketahui pembangunan keenam ruas tol tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun ruas tol Semanan - Sunter sejauh 20,23 kilometer dilanjutkan pembangunan tol Sunter - Pulo Gebang yang jaraknya 9,44 kilometer dan ditargetkan selesai pertengahan 2014.
Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo-Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.
Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami. Kontraktor menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan.
(hen/hen)










































