"Kalau harga murah, oke. Silahkan Bank BUMN lakukan transaksi. Misal murah. Ada peluang silahkan," kata Dahlan usai rapim Kementerian BUMN di Kantor Pusat AP II, Cengkareng, Kamis (6/3/2014).
Dijelaskan Dahlan, keputusan untuk mengambil alih Bank Mutiara diserahkan sepenuhnya kepada Direksi Bank BUMN dan Komisarisnya. Intinya, Dahlan mengaku tidak melarang maupun memberikan arahan langsung kepada BUMN secara prinsip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat ekonomi Faisal Basri sebelumnya mengusulkan, salah satu cara efektif divestasi Bank Mutiara adalah dengan menjualnya ke bank-bank BUMN. Hal ini dimungkinkan menjadikan Bank Mutiara jauh lebih sehat.
"Agar Bank Mutiara bisa kuat lagi, tumbuh menjadi bank yang lebih sehat, bisa menghasilkan return. Sebaiknya yang beli harus bank BUMN yang juga sehat," ujar dia.
Dengan bersinergi dengan bank BUMN, Faisal menyebutkan, hal ini juga akan membatasi kepemilikan asing. "Ada isu sekarang pembatasan asing diperbankan, kan ini bagus untuk kepemilikan bank BUMN," terangnya.
(dru/dnl)











































