Ekonomi 2013 Bergejolak, Pendapatan Premi Manulife Stagnan

Ekonomi 2013 Bergejolak, Pendapatan Premi Manulife Stagnan

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2014 10:52 WIB
Ekonomi 2013 Bergejolak, Pendapatan Premi Manulife Stagnan
Jakarta -

Sepanjang tahun 2013 PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatatkan perolehan total premi dan deposito sebesar Rp 14,8 trilun atau tumbuh tipis sebesar 4% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 14,2 trilun.

Perolehan ini dikontribusi oleh penerimaan premi bisnis baru yang tumbuh sebesar 17% dari Rp 2,4 triliun pada 2012 menjadi Rp 2,8 triliun pada 2013.

Direktur Utama Manulife Indeonesia Chris Bendl menerangkan, tipisnya pertumbuhan penerimaan premi tersebut terutama diakibatkan adanya gejolak ekonomi yang menerpa Indonesia sepanjang tahun 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2013 Indonesia dihantam badai ekonomi yang tercermin dari terus longsornya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika (US$), serta terus tergerusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Namun, berkat strategi penganekaragaman produk (diversifikasi) yang dilakukan perusahaan, membuat Manulife tetap mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif.

"Di balik kekhawatiran akibat situasi ekonomi yang sulit kami tetap mengalami tahun yang luar biasa. Kunci diferensiasi kami adalah agency yang menawarkan solusi keuangan yang unggul dan berfokus pada kebutuhan nasabah," kata Chris di Sampoerna Trategic Square, Jakarta, Senin (12/5/2014).

Ke depan, lajut dia, untuk terus meningkatkan kinerja perseroan dan menjaga ketahanan di tengah tantangan jelang pergantian Presiden RI yang jatuh tahun ini, Manulife akan meningkatkan kerjasama dengan mitra perbankan.

"Saat ini, perusahaan telah berhasil merangkul 11 kemitraan dengan bank dan menawarkan produk-produk melalui lebih dari 1000 cabang bank di seluruh Indonesia. Ke depan kami akan memperbesar jangkauan melalui jaringan luas melalui jaringan bank sambil terus membangun kerjasama dengan jalur distribusi lain," papar dia.

Sebaik apapun perencanaan keuangan yang dibangun para pencari nafkah untuk masa depan, akan selalu ada risiko kehidupan yang tak dapat dihindari.

Direktur Utama Manulife Chris Bendl mengatakan, latar belakang tersebut menjadi alasan utama mengapa seseorang dipandang perlu untuk ber-asuransi.

"Untuk menggapai masa depan yang bahagia, setiap orang membutuhkan perencanaan yang tepat dan cerdas serta alokasi investasi yang tepat sasaran. Namun, meski merasa telah memiliki persiapan yang baik, banyak hal tidak terduga dalam hidup dapat mengganggu kesetabilan keuangan," kata Chris.

Chris menyebutkan, dari pantauan timnya diketahui sekitar tujuh dari sepuluh orang yang meninggal dunia setiap hari karena kecelakaan, berada di usia produktif.

Sementara, 85% pasien penyakit kirtis bersama keluarganya akan jatuh bangkrut karena mahalnya biaya pengobatan.

"Fakta ini menjadi gambaran, bahwa sebaik apapun perencanaan keuangan yang dibangun untuk masa depan, akan selalau ada risiko kehidupan yang tidak dapat dihindari," ujar dia.

Manulife sendiri sebagai salah satu penyedia jasa asuransi jiwa di tanah air terus berupaya memberikan solusi untuk memberikan hasil investasi sekaligus perlindungan jiwa yang bersifat premium.

"Tanggal 14 April lalu manulife meluncurkan Manulife Value Protector Absolute yang bertujuan untuk memberi perlindungan maksimum bagi nasabah," ujar dia.

Peluncuran produk ini, kata Chris menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Manulife yang memfokuskan semua strategi bisnisnya untuk memahami kebutuhan nasabah yang semakin kompleks dan menyediakan solusi yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Lewat produk ini kami memberi berbagai fasilitas berdasarkan kebutuhan nasbah berupa asuransi seumur hidup, uang pertanggungan hingga 150 kali premi tahunan, santunan biaya perawatan akibat penyakit dan kecelakaan hingga usia 80 tahun dan sebagainya," papar dia.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads