Obligasi Sub Ordinasi BII Dicatatkan di Bursa Singapura
Senin, 20 Des 2004 12:31 WIB
Jakarta - PT BII tbk akan mencatatkan obligasi sub ordinasi senilai US$ 100-200 juta di Singapore Stock Exchange pada Januari 2005. Obligasi ini diterbitkan dalam rangka akuisisi WOM Finance maksimal 75 persen."Sejauh ini kita masih melakukan diskusi dengan Bank Indonesia untuk menerbitkan obligasi sub debt yang kisarannya US$ 100-200 juta dan akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange pada Januari 2005," kata Presdir BII Heny Ho dalam paparan publik yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (20/12/2004).Henry Ho mengharapkan, ijin penerbitan obligasi ini bisa dikeluarkan dalam waktu dekat oleh BI, dimana setelah itu BII mulai awal Januari akan langsung melakukan road show ke beberapa negara seperti Singapura dan Hong Kong selain Jakarta. Saat ini BII belum memutuskan siapa penasehat keuangan yagn akan ditunjuk. Namun menurut Henry Ho kemungkinan 1 atau 2, tergantung dari kebutuhan. Ketika ditanya apakah penasehat itu salah satunya Barclays Capital, Henry Ho tidak menolak atau mengiyakan.Untuk tahun 2005, BII menargetkan pertumbuhan kredit 20 persen dibandingkan tahun 2004. Kredit yang diberikan itu akan tetap fokus pada kredit konsumen, UKM dan komersial. BII juga akan mendukung upaya pemerintah melakukan program pembangunan infrastruktur. "Kami siap memberikan dukungan untuk program infrastruktur karena ini penting buat kemajuan Indonesia," ujar Ho. Per September 2004, BII mencatat CAR sebesar 21,53 persen, LDR 42,08 persen, MPL Bruto 7,72 persen dan NPL Netto 3,25 persen. Pendapatan bunga bersih tercatat Rp 1,243 triliun naik 97 persen dibandingkan September 2003 RP 6,32 miliar. Sementara laba bersih Rp 618 miliar atau naik 179 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 222 miliar. Obligasi pemerintah yang tercatat mencapai Rp 13,029 triliun atau turun dari sebelumnya Rp 17,235 triliun. Total kredit R[p 12,567 triliun dengan dana pihak ketiga sekitar Rp 29 triliun.Akuisisi Wom FinanceDalam kesempatan itu Henry Ho juga menjelaskan bahwa akuisisi WOM Finance maksimal 75 persen diharapkan bisa selesai akhir Maret 2005. Pada saat itu perjanjian jual beli diharapkan sudah bisa diselesaikan antara kedua belah pihak. "Saat ini kita masih terus melakukan koordinasi dengan Bapepam dan BI dengan memenuhi persyaratan yang ada," kata Henry Ho. Saat ini pemegang saham BII adalah konsorsium Sorak 56,88 persen, pemerintah 20,78 persen dan publik 22,34 persen. Konsorsium Sorak dimiliki oleh Asian Financial Holding Pte Ltd 50 persen, Kookmin Bank Co Ltd 25 persen, ICB Financial Group Holding Ltd 20 persen dan Barclay Bank Plc 5 persen. Mengenai pemberitaan seputar Merger dengan Bank Danamon, Henry mengatakan hal itu sangat tergantung pemegang saham BII. "Tapi sebenarnya, pemegang saham kedua bank ini berbeda, begitu juga bisnisnya. jadi sekarang kami fokus apda perkembangan BII dulu. Soal merger tergantung pemegang saham," demikian Henry Ho.
(qom/)











































