Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho menyebutkan, 2 investor yang mengajukan penawaran harga itu berasal dari luar negeri.
"Sampai kemarin, ada 2 yang masuk. Hari ini ada juga tapi belum kita cek. Akan di-update secepatnya. Yang masuk kemarin asing," kata Samsu saat ditemui di Kantor LPS, Equity Tower, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun keenam ini, mau tidak mau Bank Mutiara harus terjual meskipun di bawah harga Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp 8,01 triliun, termasuk di antaranya suntikan modal sebesar Rp 1,25 triliun.
"Kesempatan terbuka bagi semua, yang kredibel tentunya. Kita berusaha semaksimal mungkin agar publik melihat ini agar kredibel, tidak ada conflict of interest," kata Samsu.
Dia menambahkan, LPS sudah menunjuk tim jasa penilai independen untuk menentukan besaran harga yang pantas untuk menjual Bank Mutiara. Namun Samsu enggan menyebutkan nilai yang pantas bagi bank tersebut.
Pada 5 Juni, LPS akan mengumpulkan seluruh penawaran yang masuk dan kemudian dievaluasi selama 2-3 minggu. "Kita rating, bisa atau tidak lanjut ke babak berikutnya melalui due dilligence. Lalu penawaran akhir, negosiasi, fit proper ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Mudah-mudahan selesai sesuai waktu yang ditentukan," papar Samsu.
Β
(drk/hds)











































