Era Digital Bakal Geser Layanan Perbankan Tradisional

Era Digital Bakal Geser Layanan Perbankan Tradisional

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2014 14:32 WIB
Era Digital Bakal Geser Layanan Perbankan Tradisional
Jakarta - Perbankan Indonesia tengah menghadapi ancaman dan peluang baru, mulai dari perusahaan teknologi dan komunikasi sampai pelanggan ritel dan agen perjalanan. Sebagian besar dari mereka telah menggunakan teknologi digital untuk mengungguli layanan ritel perbankan.

Terkait hal itu, Managing Director Financial Services Accenture Indonesia Hendra Godjali mengatakan, sektor perbankan harus mengantisipasi hal ini dengan memanfaatkan serta mentransformasi produk dan layanan perbankan tradisional menjadi layanan berbasis digital.

"Mereka perlu menggunakan teknologi untuk menciptakan fungsi perbankan yang memiliki nilai tambah dalam kehidupan para pelanggannya," ujar dia saat acara Seminar Nasional bertajuk "Layanan Perbankan Digital: Menembus Batas di Era Digital", di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (5/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, masa depan perbankan akan didominasi oleh transaksi online dan melalui perangkat bergerak. Sedangkan layanan perbankan yang dilakukan di kantor-kantor cabang diperkirakan tidak akan mencapai 5%.

"Perbankan Indonesia akan menghadapi ancaman dari pendatang baru digital yang semakin serius menggarap layanan keuangan dan dapat mengambil alih pasar ritel perbankan," kata dia.

Hendra menyebutkan, pada tahun 2020, lebih dari 30% pendapatan perbankan terancam akan diambil alih oleh para kompetitor dan tren-tren terbaru.

"Kami memperkirakan bahwa satu per tiga pangsa pasar bank tradisional akan terancam pada tahun 2020 akibat pendatang baru. Bank-bank harus mampu memberikan lebih dari sekadar layanan perbankan sehingga mereka akan lebih dipercaya dan dibutuhkan," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads