"Pertumbuhan kredit pada April adalah 18,5% year-on-year. Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 19,1%," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/6/2014).
Menurut Tirta, pertumbuhan kredit yang melambat tidak perlu dikhawatirkan. "Ini sejalan dengan penyesuaian ekonomi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, OJK pun menegaskan akan menegur bank yang punya pertumbuhan kredit di atas 20%. Direktur Pengawasan Bank OJK Slamet Edy Purnomo menyebutkan, saat ini ada beberapa bank yang telah menyalurkan kredit di atas ketentuan otoritas.
"Ada beberapa bank yang akan kita revisi soal penyaluran kreditnya. Yang di atas 20% akan kita tegur untuk kembali ke target OJK dan BI di kisaran 15%-17%," tegasnya..
BI dan OJK khawatir ketika bank terlalu agresif dalam menyalurkan kredit akan berdampak terhadap likuiditas. "Kita harus lebih prudent dalam mengantisipasi kondisi makro," kata Slamet.
(drk/hds)











































