Tekanan Rupiah akan Berlanjut
Selasa, 28 Des 2004 10:00 WIB
Jakarta - Banyaknya permintaan dolar AS oleh sejumlah perusahaan menjelang penutupan akhir tahun dan sedikitnya suplai ke pasar uang membuat rupiah kembali tertekan. Dampaknya gempa bumi dan gelombang pasang tsunami turun memberikan sentimen negatif."Trend-nya rupiah hari ini memang masih tertekan. Meski sejumlah mata uang regional masih menguat tapi tekan atas rupiah masih ada. Dampak gempa bumi dan gelombang pasang tsunami yang berpengaruh ke pariwisata dikhawatirkan akan mengganggu pemasukan devisa," ujar dealer valuta asing Bank Niaga di Jakarta, Selasa (28/12/2004).Disebutkannya, tekanan atas rupiah ini juga terjadi akibat masih adanya permintaan dolar AS oleh sejumlah perusahaan lokal meskipun jumlahnya sudah berkurang. "Tapi permintaan itu tidak diimbangi dengan suplai yang memadahi," ujarnya.Saat pembukaan rupiah terpantau di kisaran Rp 9.275 - Rp 9.295 per US$ 1. Beberapa saat kemudian berada pada posisi Rp 9.295 - Rp 9.305 per US$ 1. Sementara kemarin rupiah ditutup pada posisi Rp 9.300 per US$ 1. Untuk hari ini rupiah diprediksikan akan bermain di kisaran Rp 9.280-Rp 9.330 per US$ 1.
(san/)











































