Menko Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, saat tren di dunia perbankan global adalah tak perlu jumlah bank banyak, namun ukurannya harus besar dan kuat. Tren membentuk bank besar melalui konsolidasi seperti merger raksasa di Malaysia juga dilakukan di sejumlah negara di Eropa, Asia, dan Amerika.
"Jadi Indonesia pun nanti akan menuju ke arah sana, jumlah bank yang lebih dari 100 itu memang terlalu banyak untuk Indonesia. Karena sizing-nya (ukuran) kecil-kecil, kita bank yang besar yaitu Bank Mandiri masih urutan 11 di ASEAN, sementara yang diperlukan kita harus masuk paling tidak menguasai top ten (10 besar) bank terbesar di ASEAN, untuk bisa bicara banyak di ASEAN economic community," tutur pria yang akrab disapa CT di kantornya, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi menurut CT, harusnya pemegang saham tidak perlu takut persentase sahamnya kecil pada sebuah bank hasil merger. Kecil persentasenya, tapi nilainya akan menjadi lebih besar. Merger akan menimbulkan efisiensi dan peningkatan produktivitas.
"Nilai tambah saham dari pemilik bank juga menjadi lebih baik," ucap CT.
Pemerintah, ujar CT, mendorong iklim agar pemilik bank di Indonesia melakukan konsolidasi, seperti melalui merger, sehingga dihasilkan bank yang kuat di dalam negeri.
"Jumlahnya lebih sedikit tapi jumlah banknya besar-besar. Sehingga bisa bersaing bukan cuma bank di dalam negeri, tapi juga bank bank luar," tegas CT.
(dnl/hds)










































