Survei HSBC: Berbisnis Menggunakan Yuan Lebih Menguntungkan

Survei HSBC: Berbisnis Menggunakan Yuan Lebih Menguntungkan

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 17:25 WIB
Survei HSBC: Berbisnis Menggunakan Yuan Lebih Menguntungkan
Jakarta - Eksportir ataupun pengusaha yang melakukan perdagangan menggunakan mata uang Tiongkok, yuan atau reminbi, merasakan keuntungan yang lebih besar dibandingkan ketika berdagang dengan mata uang lain. Ini tak lepas dari jumlah pengguna yuan yang begitu banyak terutama di Tiongkok sendiri yang merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia.

Demikian hasil survei yang dilakukan oleh HSBC Commercial Banking yang disampaikan dalam acara RMB Internationalisation Study Report pada Rabu (17/07/2014). Banyak perusahaan besar asing yang beroperasi di Tiongkok dan Hong Kong menyatakan mereka mampu meraup keuntungan setelah berbisnis mengandalkan mata uang yuan.

Survei dilakukan dengan responden 1.304 perusahaan dari berbagai negara yang melakukan bisnis dengan Tiongkok. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari 11 negara yang menjadi objek survei, yaitu Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Australia, Inggris, Jerman, Prancis, Uni Emirat Arab, Kanada, dan Amerika Serikat (AS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melakukan survei terhadap yuan ini karena mengingat bahwa Tiongkok saat ini negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dengan nilai perdagangannya mencapai US$ 4 triliun. Tiongkok telah menggeser AS" jelas Nirmala Sari, Head of Global Trade and Receivable Finance HSBC.

Ekspektasi di kalangan negara yang menggunakan mata uang yuan pun makin meningkat di masa depan. Taiwan menjadi negara yang paling optimistis terhadap pertumbuhan perdagangannya jika menggunakan mata uang yuan.

"Jika dilihat dari angka ekspektasi berdasarkan negara, Taiwan yang paling tinggi. Ini diukur dalam 12 bulan ke depan", lanjut Nirmala.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads