Demikian hasil survei yang dilakukan oleh HSBC Commercial Banking yang disampaikan dalam acara RMB Internationalisation Study Report pada Rabu (17/07/2014). Banyak perusahaan besar asing yang beroperasi di Tiongkok dan Hong Kong menyatakan mereka mampu meraup keuntungan setelah berbisnis mengandalkan mata uang yuan.
Survei dilakukan dengan responden 1.304 perusahaan dari berbagai negara yang melakukan bisnis dengan Tiongkok. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari 11 negara yang menjadi objek survei, yaitu Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Australia, Inggris, Jerman, Prancis, Uni Emirat Arab, Kanada, dan Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspektasi di kalangan negara yang menggunakan mata uang yuan pun makin meningkat di masa depan. Taiwan menjadi negara yang paling optimistis terhadap pertumbuhan perdagangannya jika menggunakan mata uang yuan.
"Jika dilihat dari angka ekspektasi berdasarkan negara, Taiwan yang paling tinggi. Ini diukur dalam 12 bulan ke depan", lanjut Nirmala.
(hds/hds)











































