Direktur Utama BBRI Sofyan Basir mengaku, pengambilalihan saham divestasi Bank Mutiara dilakukan untuk memperbesar salah satu anak usahanya yang fokus menyalurkan kredit di sektor agro yaitu BRI Agro. Nantinya, jika memang memenangkan proses ini, kedua bank tersebut akan dikonsolidasikan.
"Kalau dapat (Bank Mutiara), bisa gabung ke BRI Agro, akan kita konsolidasikan, BRI Agro sama Bank Mutiara," ujar Sofyan saat acara buka puasa bersama wartawan, di Gedung BRI 1, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menyebutkan, memang penawaran pihak asing lebih besar dibanding penawaran BRI. Hal ini merujuk pada besarnya porsi kepemilikan yang bisa mencapai angka 99%.
Namun begitu, Sofyan optimis jika pihaknya masih punya peluang untuk bisa merebut eks Bank Century tersebut ke perbankan domestik.
"Tawaran mereka besar. Menurut saya karena ada kepentingan bank asing mengambil 99%, jadi dia akan jauh lebih berani dari kita tawarannya. Kita lihat due diligence. Penawaran kami di bawah bank asing, saya optimis tapi bank asing memang berani, tapi nggak jauh selisihnya, asing lebih tinggi dari BRI. Tapi dari awal saya bilang kalau bisa harga rendah saya ambil," pungkasnya.
(drk/ang)











































